Rabu, 05 Oktober 2011

ERD

ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu :
  1. Entiti
Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
  1. Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.
  1. Hubungan / Relasi
Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu (Abdul Kadir, 2002: 48) :
1). Satu ke satu (One to one)
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.
2). Satu ke banyak (One to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
3). Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.

Data Flow Diagram

Data flow diagram

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Contoh Data diagram.
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk

akuntansi

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada

Hukum ketiga Newton

Hukum ketiga Newton


Hukum Ketiga Newton. Para pemain sepatu luncur es memberikan gaya pada satu sama-lain dengan besar yang sama tapi berlawanan arah.
Thirdlaw.ogg
Penjelasan hukum ketiga Newton.
Lex III: Actioni contrariam semper et æqualem esse reactionem: sive corporum duorum actiones in se mutuo semper esse æquales et in partes contrarias dirigi.
Hukum ketiga : Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah.
Benda apapun yang menekan atau menarik benda lain mengalami tekanan atau tarikan yang sama dari benda yang ditekan atau ditarik. Kalau anda menekan sebuah

Hukum kedua Newton

Hukum kedua Newton

Secondlaw.ogg
Walter Lewin menjelaskan hukum dua Newton dengan menggunakan gravitasi sebagai contohnya.
Hukum kedua menyatakan bahwa total gaya pada sebuah partikel sama dengan banyaknya perubahan momentum linier p terhadap waktu :
\mathbf{F} = \frac{\mathrm{d}\mathbf{p}}{\mathrm{d}t} = \frac{\mathrm{d}(m\mathbf v)}{\mathrm{d}t},
Karena hukumnya hanya berlaku untuk sistem dengan massa konstan, variabel massa (sebuah konstan) dapat dikeluarkan dari operator diferensial dengan menggunakan aturan diferensiasi. Maka,
\mathbf{F} = m\,\frac{\mathrm{d}\mathbf{v}}{\mathrm{d}t} = m\mathbf{a},
Dengan F adalah total gaya yang bekerja, m adalah massa benda, dan a adalah percepatan benda. Maka total gaya yang bekerja pada suatu benda menghasilkan percepatan yang berbanding lurus.
Massa yang bertambah atau berkurang dari suatu sistem akan mengakibatkan perubahan dalam momentum. Perubahan momentum ini bukanlah akibat dari gaya. Untuk menghitung

Hukum pertama Newton

Hukum pertama Newton

First law.ogg
Walter Lewin menjelaskan hukum pertama Newton..
Lex I: Corpus omne perseverare in statu suo quiescendi vel movendi uniformiter in directum, nisi quatenus a viribus impressis cogitur statum illum mutare.
Hukum I: Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.
Hukum ini menyatakan bahwa jika resultan gaya (jumlah vektor dari semua gaya yang bekerja pada benda) bernilai nol, maka kecepatan benda tersebut konstan. Dirumuskan secara matematis menjadi:
\sum \mathbf{F} = 0 \Rightarrow \frac{d \mathbf{v} }{dt} = 0.
Artinya :
  • Sebuah benda yang sedang diam akan

Hukum gerak Newton

Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad, dan dapat dirangkum sebagai berikut:
  1. Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Berarti

GLB dan GLBB

Gerak lurus adalah gerak suatu obyek yang lintasannya berupa garis lurus. Dapat pula jenis gerak ini disebut sebagai suatu translasi beraturan. Pada rentang waktu yang sama terjadi perpindahan yang besarnya sama.


Pengelompokkan Gerak lurus dapat dikelompokkan menjadi gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan yang dibedakan dengan ada dan tidaknya percepatan.

Gerak lurus beraturan

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak lurus suatu obyek, dimana dalam gerak ini kecepatannya tetap

BESARAN DAN SATUAN

Pengertian Besaran
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung, dinyatakan dengan angka dan mempunyai satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu
  1. dapat diukur atau dihitung
  2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
  3. mempunyai satuan
Bila ada satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak dapat dikatakan sebagai besaran.
Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :

Selasa, 04 Oktober 2011

KENDALA DALAM MEMPELAJARI BAHASA INDONESIA


KENDALA DALAM MEMPELAJARI BAHASA INDONESIA

kendala dalam mempelajari bahasa Indonesia  bagi para siswa dapat saja terjadi, kendala yang sering timbul yaitu kurangnya minat belajar dari siswa. Sehingga apabila kondisi ini tidak segera ditangani, maka akan membuat siswa menjadi pasif (tidak aktif), tidak ada niat, tidak ada gairah, keseriusan, tidak ada semangat dari siswa dalam menerima pelajaran bahasa Indonesia.
Pemecahan masalah siswa bersemangat/tidak berminat dalam pelajaran bahasa Indonesia ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu dengan guru harus meneliti kembali apakah dalam penyampaian materi pelajaran dari guru terlalu monoton, tidak bervariasi sehingga anak bosan dan jenuh mengikuti pelajaran, Sebagai pengajar, guru harus bisa membangkitkan minat belajar siswa dengan penyampaian materi pelajaran yang variatif dan menarik, sehingga dapat memancing siswa agar aktif dan mencerna pelajaran dengan baik.

C++ membuat kalkulator

#include <iostream> //preprocessor
#include <stdlib.h>

using namespace std;

int main(){//fungsi main
    int nilai1, nilai2, hasil;
       cout << "Masukan Nilai Pertama \t :" ;
       cin >> nilai1;
       cout << "Masukan Nilai Kedua \t : " ;
       cin >> nilai2;
   
       //hasil penjumlahan
       hasil=nilai1+nilai2;
       system("cls");
       system("COLOR 5");
   
       cout << "\aHasilnya adalah :"

langkah membuat web







SEBUAH HARAPAN
SEBUAH KEPERCAYAAN DIRI
DOA YANG TERUS MENGIRINGI
USAHA KERAS TIADA HENTI
PANTANG MENYERAH
MENUJU KESUKSESAN












SUKSES MENUJU UJI KOMPETENSI
REKAYASA PERANGKAT LUNAK
ANGKATAN KE-5
2010/2011


4.  Pembuatan file index.php

<?php

session_start();

include(“include/koneksi.php”);

function menu11(){

  ?>
   <ul>
        <li><a href="?page=userpass">User</a></li>
        <li><a href="?page=anggota">Anggota</a></li>
        <li><a href="?page=katbuku">Kategori Buku</a></li>
        <li><a href="?page=buku">Buku</a></li>
        <li><a href="?page=deskbuku">Deskripsi Buku</a></li>
        <li><a href="?page=penerbit">Penerbit</a></li>
        <li><a href="?page=penulis">Penulis</a></li>
    </ul>
  <?php
}
?>
<html>
<head>
<title>eLibrary:</title>
</head>
<body>
<table width="800" height="308" border="1" align="center">
  <tr>
    <td height="47" colspan="2">header</td>
  </tr>
  <tr>
    <td width="184" height="186" valign="top"><p>Menu

SAKADANG KUYA SILIHDURUK JEUNG MAUNG

SAKADANG KUYA SILIHDURUK JEUNG MAUNG


 

Dina hiji poé Sakadang Kuya ulin ka sisi basisir. Manéhna cicing handapeun tangkal kalapa, katebak ku angin laut. Aya ku nimat. Bakating ku genah, nepi ka nundutan.
Keur kitu, teu kanyahoan ti tadina, torojol Sakadang Maung, ngomong tarik ngagareuwahkeun anu keur anteng nundutan.
“Ha ha ha, kabeneran, aing keur lapar manggih hakaneun!” pokna bari ngadeukeutan Sakadang Kuya.
Sakadang Kuya reuwas kacida. Tapi teu bisa nyumput atawa lumpat. Dina biasa ogé kétang, kateuteu ari, da angger bakal katéwak ku Sakadang Maung anu kaceluk tarik lumpatna.“Ké heula, Sakadang Maung,” ceuk Sakadang Kuya, neger-neger manéh.
“Naon deui? Anu jelas, sia bakal jadi eusi kadut aing!” ceuk Sakadang Maung, ngomongna angger bedas dibarung ku ngagerem sagala. “Ti kamari aing can baranghakan. Lumayan kuya kolot ogé!”
“Sabar, Sakadang Maung, sabar,” ceuk Sakadang Kuya, ngomongna leuleuy, “Lamun mémang geus waktuna jadi hakaneun anjeun, uing mah rido. Katambah uing sorangan geus kolot, geus bosen hirup. Ngan anjeun kudu nyaho, daging uing téh tiis jeung hampos. Lamun hayang ngeunah jeung gurih, euweuh deui carana, uing kudu diduruk heula.”
“Diduruk heula? Kumaha carana?” ceuk Sakadang Maung.
“Gampang atuh. Awak uing bugbrugan ku suluh, tuluy duruk.”
“Ari suluhna ti mana?”
“Ngala ka leuweung!”
“Ngala ka leuweung?
Ha ha ha aing apal kana akal licik sia, dasar kuya! Waktu aing ka leuweung néangan suluh, sia rék kabur! Aing moal bisa katipo deuleu!” ceuk Sakadang Maung.
“Bisi anjeun teu percaya mah, pék tah talian awak uing, tuluy cangcang kana tangkal!” témbal Sakadang Kuya.
“Heug atuh ari kitu mah!” ceuk Sakadang Maung. Tuluy néangan areuy keur nalian kuya. Geus manggih, reketek awak Sakadang Kuya téh ditalian. Tungtung talina ditalikeun kana tangkal kalapa. Ngahaja talina dipanjangan, da kitu paménta Sakadang Kuya téh. Sanggeus yakin talina pageuh, Sakadang Maung indit ka leuweung rék ngala suluh.
Sabot Sakadang Maung ka leuweung, buru-buru Sakadang Kuya nyieun liang dina keusik. Liangna kawilang jero ogé, gedéna sapaseun awakna. Tuluy manéhna cicing dina luhureun éta liang, nepi ka henteu kaciri aya liang.
Jol Sakadang Maung manggul suluh, tuluy dibugbrugkeun kana awak Sakadang Kuya. Gur baé sukuh téh diseungeut. Teu hésé teurakna seuneu téh, kawantu suluh gararing. Sakeudeung ogé seuneuna geus ngabebela, teu bina ti nu keur nyieun api unggun. Ari Sakadang Kuya, barang durukan hurung téh, terus baé mubus kana liang anu aya di handapeunana.
“Sakadang Kuya!” ceuk Sakadang Maung.
“Kuk!”
“Can paéh?”


HILANGNYA BINTANG YANG KU SAYANG

HILANGNYA BINTANG YANG KU SAYANG

Tak terasa
Waktu kian berlalu
Hari kian berganti
Bintangkupun pergi tanpa ku sadari

            Tak mungkin dan tak akan ku cari bintang yang lain
            Karna tak ada yang dapat menggantikannya
            Bintang yang ku sayang
            Bintang yang ku cinta

Ku harap
Bintang yang ku istimewakan
Dapat kembali kepelukan
Ku ingin bisa menggenggamnya kembali walaupun sesaat

            Salah ku sendiri yang tak bisa menjaganya
            Ku bersumpah tak akan melepaskan dia kembali
            Untuk kedua kalinya

Andai waktu bisa ku ulang kembali
Kan ku putar
Ketika ku bersamamu

Kesakitan ku


Kesakitan ku

Saat terbangun ku terasa hampa.
Seakan mentari tak inginkan kehadiran ku.
Langit pun menangis
 
Menemaniku yang sedang termenung.

Ku coba tuk teriak.
Tapi tak mampu.
Hanya jeritan hati yang terdengar
Menyisit kedalam lapisan hati.

Tertatih ku saat ini.
Saat malam mulai mendatangiku.
hanya sepi yang datang temani ku.
Menyakiti setiap relung nafasku.

Ingin ku terbangun dari mimpi buruk ini.
Tapi aku tak mampu.
Lemah merasuk kedalam jantungku.
Yang aku tahu aku hanya sampah untuk mu.


Cerpen LAYANG-LAYANG KENANGAN Karya Faisal Syahreza

LAYANG-LAYANG KENANGAN
Karya Faisal Syahreza





Aku baru bisa mengerti kenapa anak-anak kecil itu lebih memilih menerbangkan atau mengejar sebuah layang-layang ketimbang sekolah, setelah mencoba sekuat tenaga menengok sepuluh tahun lalu masa kanak-kanakku. Ya, kenapa anak-anak itu mempunyai tekad yang bulat dan tak bisa diganggu-gugat, setelah kuyakini bahwa layang-layang itu kelak akan menjadi satu-satunya kenangan bagi mereka. Bayangkan saja, di antara atap-atap perumahan yang semakin menanduk langit, layang-layang masih bisa berlayar dan berputar-putar di angkasa raya. Meskipun kabel-kabel listrik membentang dan kawat-kawat telepon mengambang, layang-layang masih bisa melekat di antara lapisan awan. Dengan benang yang terulur dari gulungan, angin masih memandu sebuah layang-layang berlenggak-lenggok membelah cakrawala. Dan anak-anak memandanginya seolah-olah di arah jauh sana, ia mempunyai anak yang begitu dicintainya.
Maka tak ada alasan, ketika aku menemukan sebuah layang-layang yang teronggok di atap rumah kos-kosan, kuambil saja meski harus dengan susah payah merayapinya. Sebenarnya bisa jadi itu layang-layang yang nyasar dua-tiga hari tercampak di situ. Sebab di kos-kosan hanya aku yang paling sering mendatangi tempat menjemur cucian sekaligus penyimpanan barang-barang yang sudah tak terpakai. Selain itu, aku memang lebih suka menjemur cucian dihamparkan di atas genting dan seng. Dan juga sungguh layang-layang masih sangat memesona untuk mencuri perhatianku.
Saat itu pula, dengan langkah hati-hati mencari tempat berpijak yang aman kutelusuri atap rumah itu. Ketika kupandang langit, matahari masih dengan sepenuh hatinya menancapkan panasnya persis ke ubun kepala. Dan kulihat memang, dari beberapa hari ke belakang, di langit sudah ada beberapa layang-layang berkeliaran. Tentu ini musim